Untuk mahasiswa angkatan pertama yang mau menghadapi semester dua,, ini ada beberapa pengalaman yang ingin saya bagikan sekaligus beberapa tips2nya yah
Cause we are one family
It doesnt matter where we were from
It doesnt matter what will we gonna be
It doesnt matter how old are we
It is because we are one family
Three years ago, when things getting started
All i knew its just we were in same urge
To contribute
To share
To be the part of the history
Together, we build the ship
Our sail was made from friendship
Exploring the ocean of challenges
Then We try beating huge waves and reefs
Sometimes we fall
Cry, hate, argueing, even angry
and sometimes felt like a loser
But we never surrender
We knew that with friends, we have more power
All we want is just to be stick together
Dear my friends, now the ship is at anchore
Things we have passed are bound us
Things we have passed will be remembered
Together, we feel happiness
Together, we feel joy
Why do we have These feelings?
Because we are not just friends,
Because we are one family
The Silent Lady Killer
Apa yang Anda pikirkan ketika membaca judul di atas? Penasaran dengan pembunuh wanita tersebut? Tulisan saya ini tidak bukan untuk membahas pembunuhan-pembunuhan kejam berantai yang dilakukan terhadap kaum wanita akan tetapi untuk membahas tentang keganasan yang telah menyebabkan banyak wanita meninggal.
Keganasan atau kanker yang paling banyak diderita wanita di Indonesia yang tertinggi adalah kanker payudara, kemudian disusul oleh kanker servik. Kedua jenis keganasan ini mudah dideteksi oleh wanita karena gejalanya khas. Akan tetapi, justru kanker ovarium-lah yang menjadi penyebab kematian tertinggi wanita karena kanker. Penderita kanker ovarium seringkali tidak menunjukkan keluhan yang berarti sehingga penderita kanker ini seringkali datang ke dokter dengan kondisi yang sudah sangat terlambat sehingga semakin kecil pula angka harapan hidup. Itulah sebabnya kanker ovarium mendapat julukan “The silent lady killer”
Keluhan yang tidak khas / benjolan di perut bagian bawah
Sebagian besar penderita kanker ovariaum tidak memeriksakan diri karena tidak ada keluhan yang mengganggunya. Pasien kanker ovarium yang datang ke dokter biasanya mengeluh adanya benjolan pada perut bagian bawah. Dokter akan menanyakan apakah ada keluhan lain yang dialami karena bisa saja benjolan tersebut bukan dari ovarium, dan terkadang bisa mengakibatkan sumbatan pada saluran cerna sehingga buang air besar terganggu. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan benjolan tersebut apakah berasal dari ovarium, usus, atau rahim. Setelah memastikan asal benjolan tersebut, perlu diperkirakan besar dan kepadatan dari benjolan tersebut. Jika benjolan besar, padat, dan menyebabkan keluhan lain maka semakin besar kemungkinan untuk dilakukan pengangkatan.
Benjolan atau dalam istilah medis disebut tumor, merupakan pertumbuhan sel yang abnormal/berlebihan. Tumor dapat bersifat jinak ataupun ganas. Pada ovarium sendiri, terdapat beberapa jenis sel. Jika sel yang mengalami pertumbuhan abnormal adalah jenis sel yang memproduksi hormon (misal : progesteron, hormon yang mempengaruhi siklus haid) maka bisa terjadi gangguan pada menstruasi. Menstruasi bisa menjadi lama atau bahkan sebaliknya, tidak terjadi menstruasi sama sekali karena gangguan sistem hormon. Akan tetapi, jika sel yang mengalami pertumbuhan berlebihan tersebut adalah sel yang tidak berpengaruh pada sistem lain, maka tidak akan ada keluhan lain.
Percaya pada dokter
Dalam memberikan pengobatan, dokter akan sangat mempertimbangkan banyak aspek pasien. Pilihan pengobatan untuk pasien tumor ovarium antara lain adalah obat-obatan konservatif dan pengangkatan ovarium. Beberapa tumor dapat mengecil dengan sendirinya, dapat mengecil dengan pengobatan, bisa juga tetap berukuran besar meskipun sudah meminum obat.
Tumor ovarium dapat bersifat jinak ataupun ganas. jika tumor jinak, dokter akan melakukan pengambilan pada tumor saja. Akan tetapi jika ganas dan sudah menyebar ke organ lain, maka dokter bisa menyarankan untuk dilakukan pengambilan total. Sayangnya, untuk menentukan tumor tersebut jinak atau ganas, diperlukan pembedahan. Untuk menghemat biaya, dokter akan melakukan dua sampai tiga tindakan sekaligus. Disini lah pasien harus betul-betul paham terhadap penjelasan dokter.
Dalam memberikan pilihan pengobatan, dokter akan mempertimbangkan antara lain ukuran tumor, kepadatannya, usia penderita, jumlah anak,hingga kondisi ekonomi keluarga. Dokter akan sangat berhati-hati dalam membuat keputusan pengobatan karena menyangkut organ kewanitaan yang penting.
Tidak jarang pasien datang ke dokter dengan keluhan benjolan kecil di perut setelah diperiksa oleh dokter malah meninggalkan. Lalu beralih “shopping” ke pengobatan-pengobatan. Beberapa pasien tersebut tidak membaik dan kembali lagi ke dokter dengan keadaan benjolan yang sudah semakin besar dan terlambat. Sebagai pelajaran bagi kita untuk tidak menyepelekan benjolan kecil di perut agar tidak menjadi korban “the silent lady killer”
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!





